Minim Sense Politik, Masisir Dinilai Absen dalam Isu Strategis

Minim Sense Politik, Masisir Dinilai Absen dalam Isu Strategis

ksmrmesir.org — Berangkat dari kebutuhan untuk mengevaluasi dan menentukan arah gerakan aktivisme mahasiswa Indonesia di Mesir, Masisir Movement menggelar diskusi bertajuk “Diagnosa Masisir: Mau Dibawa ke Mana Aktivisme Masisir?” pada Rabu (8/4/2026) di Kafe Tiara, Hay Sabi’.

 

Diskusi terbuka tersebut menghadirkan Ahmad Faisal Abimanyu, pegiat ABC Marxisme, sebagai pemantik dalam sesi isu global dengan materi berjudul “Dari Lokal ke Global: Mengapa Masisir Absen dalam Isu Strategis?”

 

Dalam paparannya, Ahmad Faisal Abimanyu—yang akrab disapa Abim—menilai bahwa minimnya sense politik menjadi salah satu penyebab masisir kurang terlibat dalam isu-isu strategis.


“Dalam bacaan saya, salah satu jawabannya adalah karena kita, Masisir, belum memiliki sense politik. Tentu tidak semuanya, tetapi sebagian besar belum memiliki itu,” ujar Abim.

 

Ia menjelaskan bahwa sense politik merupakan kemampuan membaca isu strategis sebagai arena pertarungan kepentingan yang saling berhadapan.

 

Sense politik itu adalah kemampuan untuk melihat isu strategis sebagai medan pertarungan antara kepentingan yang saling kontradiktif,” lanjutnya.

 

Lebih lanjut, Abim memaparkan beberapa unsur yang membentuk sense politik.
Menurutnya, hal tersebut mencakup analisis struktural yang berbasis kajian, kemampuan memahami relasi lawan dan kawan, solidaritas terhadap kelompok terdampak, serta keterlibatan dalam aksi dan tindakan politis.

 

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian Masisir yang melihat gerakan semata atas dasar keharmonisan dan kemanusiaan, tanpa memahami konflik kepentingan yang melatarbelakanginya.

 

Diskusi ini menjadi salah satu upaya reflektif untuk mendorong kesadaran kritis dan arah baru dalam gerakan aktivisme Masisir ke depan.

 

Minim Sense Politik, Masisir Dinilai Absen dalam Isu Strategis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *