Cerpen

Surat dalam Sisipan Buku

Penulis: Muhammad Fachri AzizEditor: Khadijah Buma & Ramadhani Nur Habibah Dimulai pada hari rabu, dimana ayah masih memotong kayu karena pekerjaannya sebagai tukang kayu. Ayah biasanya membuat pintu atau jendela dan sebagainya. Pekerjaan yang berat dimana sebelum itu ayah harus mencari kayu di tengah-tengah hutan, yang banyak sekali resiko tinggi, seperti binatang buas atau tertimpa pohon, belum …

Surat dalam Sisipan Buku Selengkapnya »

Kapan kamu datang?

Penulis: Khadijah BumaEditor: Muhammad Albar Hari pertama. “Hey, aku tunda dulu ya, nggak jadi ke tempat kamu hari ini, mau bantu teman rumahku dulu,” izinku padanya.“Tak apa, aku bisa menunggu besok,” balasnya ramah. Hari ketiga. “Maaf kemarin aku sibuk seminar, hari ini aku harus menyelesaikan rekapan, aku tunda dulu kunjungannya tak apa?” Pintaku melas.“Baiklah, masih …

Kapan kamu datang? Selengkapnya »

Merajut Ketenangan di Bumi Kairo

Penulis: Ramadhani Nur HabibahEditor: Khadijah Buma Malam itu, Kairo terasa sunyi. Angin musim dingin menerobos masuk lewat jendela kamar asrama, membuat Salwa menarik selimutnya lebih erat. Di ranjang kecil itu, pikirannya terus melayang, menelusuri kekhawatiran yang mengganjal hatinya. Salwa, seorang mahasiswi asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, tak pernah membayangkan bahwa jalan yang ia …

Merajut Ketenangan di Bumi Kairo Selengkapnya »

Kusuka Senyummu

Penulis: Habib Yusuf SaifullahEditor: Khadijah Buma Angin segar dari hutan berhembus melintasi rumah Stefi melalui jendela-jendela, bak melambaikan tangan, angin tersebut meniup rambut Stefi yang terurai panjang seakan-akan hutan memanggilnya untuk bermain bersama, Stefi yang merasakan hal itu langsung memasang raut wajah yang penuh semangat, dengan kemeja putih dan rompi coklat jahitan nenek, Stefi berlarian …

Kusuka Senyummu Selengkapnya »

Langkah Pertama di Negeri Perantauan

Penulis: Hibnul Walid Al-KhosyiEditor: Khadijah Buma Ketika saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, saya tahu bahwa ini adalah langkah besar yang akan mengubah hidup saya. Semangat, harapan, dan sedikit kekhawatiran bercampur menjadi satu dalam perasaan yang sulit dijelaskan. Namun, saat pesawat mendarat di negara tujuan saya, rasa semangat dan khawatir itu terasa semakin …

Langkah Pertama di Negeri Perantauan Selengkapnya »

Tumbuh dan Mekar Bersama

Oleh: Khadijah Buma Azwa masih merunduk dalam, air matanya tak mau berhenti mengalir, meski mulutnya sudah lelah meracau dan berteriak, tangisnya tak kunjung reda. Dua tahun berlalu, hubungannya dengan kekasih baik- baik saja selama ini, jadi siapa sangka Azwa akan mengalami hal semacam ini? Janji manis sebuah pernikahan pupus dengan kalimat singkat nan menyakitkan. “Kita …

Tumbuh dan Mekar Bersama Selengkapnya »

Gadis Mesir Bermata Bening

Oleh: Putri Nilam Sari Siang itu kampus sudah mulai sepi, karena sudah minggu tenang untuk persiapan ujian. Sedangkan aku masih ingin berada di kampus, menikmati suasana sepi sambil mengulang hafalanku. “Assalamualaik habibty,” sapa seorang gadis Mesir, yang kemudian kuketahui namanya Isra. Ia menghampiriku, kemudian kita saling berkenalan dengan bahasa Arabku yang memakai logat fushah, beruntungnya …

Gadis Mesir Bermata Bening Selengkapnya »

Sahabat yang Layak

Oleh: Khadijah Buma “Azwa, kamu dimana?” Bunyi pesan singkat dari seorang perempuan yang baru-baru ini menjadi sahabatnya. Ia memutar matanya malas dan mencebik kesal. “Kenapa hm?” Tanya suara yang menenangkan di sampingnya. “Males dicariin mulu,” keluh Azwa pada penanya. “Ya mungkin dia khawatir, kalau mau pulang silahkan,” tanggap sosok itu, disertai kekehan kecilnya yang terdengar …

Sahabat yang Layak Selengkapnya »

Hal Remeh Berjuta Makna

Oleh: Ferdi Pratama Ratusan layang-layang yang rapi di langit London hari itu menari-nari seperti barisan burung yang sedang bermigrasi. Angin pantai yang berembus kencang membuat mereka terbang lebih jauh di atas senja yang indah dipandang mata. Di pinggir pantai, tampak seorang pemuda yang sedang menepi dari ketiga temannya yang menatap matahari  perlahan mulai terbenam, ditemani …

Hal Remeh Berjuta Makna Selengkapnya »

Titik Balik

Oleh: Raihana Salsabila Pemuda berambut kusut itu terbaring di atas dipan kayu jati. Sudah dari tujuh jam yang lalu ia berkutat dengan media kotak, membenamkannya dengan dunia ketidak acuhan. Apalah yang akan dikerjakan Adit pada hari Minggu yang cerah ini, selain menatap indah benda kotak itu. Mau ibu meneriakinya sekalipun, bahkan untuk menepis perut kosongnya …

Titik Balik Selengkapnya »