AI Bisa Salah, AIGYPT Ingatkan Mahasiswa Tetap Berpikir Kritis
ksmrmesir.org – AI tidak selalu menghasilkan jawaban yang benar. Karena itu, mahasiswa perlu tetap berpikir kritis, menyusun prompt yang jelas, dan memverifikasi setiap informasi yang dihasilkan kecerdasan buatan. Pesan tersebut disampaikan pemateri AIGYPT Intensive Class Batch 3, Fairuz Azri, dalam kegiatan yang digelar di Pop Tea, Hay Sabi, Selasa (14/7).
Dalam pemaparannya, Fairuz menjelaskan bahwa AI dapat membantu mahasiswa menghemat waktu dalam mencari referensi, menyusun konsep, hingga menyelesaikan berbagai tugas. Menurutnya, teknologi tersebut tidak dapat menggantikan kemampuan manusia dalam menilai kebenaran informasi.
“AI bisa menjadi alat yang sangat membantu, tetapi hasilnya tetap harus diverifikasi. Pengguna perlu memberikan prompt yang tepat dan tidak menerima begitu saja setiap jawaban yang diberikan AI,” jelas Fairuz.
Ia kemudian memaparkan perkembangan AI, mulai dari gagasan Alan Turing tentang mesin yang mampu berpikir pada 1950, kemenangan Deep Blue atas juara dunia catur pada 1997, keberhasilan AlphaGo mengalahkan pemain Go profesional pada 2016, hingga kemunculan ChatGPT pada 2022 yang mempercepat perkembangan teknologi AI.
Selain membahas aspek teknis, Fairuz mengajak peserta memandang AI dari perspektif Islam. Menurutnya, umat Islam tidak perlu menolak perkembangan teknologi selama dimanfaatkan secara bijaksana dan memberikan kemaslahatan. Ia mencontohkan adopsi teknologi pada masa Kesultanan Utsmani sebagai bukti pentingnya keterbukaan terhadap inovasi agar tidak tertinggal dalam perkembangan peradaban.
Di akhir sesi, Fairuz mengingatkan bahwa manusia harus tetap menjadi pengendali teknologi. AI membutuhkan manusia untuk merancang, mengembangkan, dan mengawasinya sehingga dapat digunakan secara bertanggung jawab.
Kegiatan yang diinisiasi komunitas AIGYPT ini diikuti sekitar 20 mahasiswa Indonesia di Al-Azhar Mesir. Melalui AIGYPT Intensive Class Batch 3, peserta didorong memanfaatkan AI secara produktif tanpa mengesampingkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab dalam menggunakannya.
Reporter: Awfa Munjiyadi, Wildan Jaya Halim
Editor: M. Azra El Falah