Ahmadku, Hei Anakku
Oleh: Pangeran Bandung
Ahmadku hei anakku
Bangun nak
Mengapa napasmu terhenti?
Ahmadku hei anakku
Bangun nak
Mengapa nadimu tak berdetak lagi?
Ahmadku hei anakku
Bangun nak
Kamu belum makan, kamu juga pasti kehausan
Ahmadku hei anakku
Ayah disini memelukmu.
Wahai para petinggi negara
Apa yang membuat kalian sunyi?
Wahai para elit dunia
Mengapa kalian diam?
Wahai yang katanya pahlawan bangsa
Rundinganmu itu hanya omong kosong.
Kamu hanya ingin tanah kami
Kamu hanya ingin warisan kami
Kamu hanya ingin hancur agama kami
Kamu hanya ingin kami mati.
Ahmadku mati karena peluru damai kalian
Ahmadku mati karena media kalian
Ahmadku mati karena diamnya kalian
Ahmadku mati karena kalian.
Hai dunia yang diam
Dengarkan tangisanku
Hai dunia yang bungkam
Siapa pelipur laraku?
Hai dunia yang bisu
Aku tersedu dalam racauan
Aku tersedu dalam keterpurukan
Aku tersedu dalam pelukan anakku Ahmad.
Ahmad
Kamu adalah martir terhormat
Tidurlah dengan tenang
Tidurlah dengan damai.
Kamu pembela tanah kita
Kamu pahlawan sejati
Kamu simbol perjuangan kita
Darahmu menetes, mengalir
Dahimu berpeluh
Tubuhmu kotor, terkulai lemas
Matamu sayu.
Istirahatlah nak
Malaikat gembira menjemputmu
Tuhan telah menanti di tahta surga
Istirahatlah anakku, Ahmad.