Gandeng Pakar IDX, Masisir Diajak Melek Pasar Modal Syariah guna Tekan Angka Kerugian Investor Muda

Pusat Kajian Ekonomi Islam (PAKEIS) bersama Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) menggandeng Indonesia Stock Exchange (IDX) dalam Seminar Ekonomi Syariah pada Senin (2/2) di Qo’ah Idaroh Wafidin, Buuts, Mesir. Kegiatan yang mengusung tema “Perkembangan dan Investasi di Pasar Modal Syariah” ini menghadirkan sosok inspiratif di bidang ekonomi syariah—Irwan Abdalloh sebagai pemateri utama.
Kurangnya literasi mahasiswa terhadap investasi dan pasar modal syariah serta maraknya kerugian yang dialami oleh investor muda di kalangan mahasiswa menjadi landasan utama terselenggaranya seminar ini. “Saya harap dengan adanya seminar ini dapat membangkitkan kesadaran generasi muda terhadap perkembangan ekonomi syariah di Indonesia,” ucap Moh. Nur Salim selaku Konsuler Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI Kairo. Ia berharap mahasiswa Indonesia di Mesir dapat menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya memahami perkembangan ekonomi syariah.
“Ekonomi syariah bukanlah alternatif bagi orang Muslim saja, tetapi dapat dijadikan model untuk perekonomian yang stabil dan juga dapat diimplementasikan di Indonesia,” jelas Ketua PCIM Mesir Fathi Fathurrahman Saputra dalam sambutannya.
Mahasiswa Al-Azhar mayoritas mempelajari hukum Islam, di samping hal tersebut, mereka tetap harus menambah pengetahuan di dalam bidang keilmuan yang lain. Seminar ini menjadi kesempatan bagi sebagian mahasiswa yang memiliki ketertarikan terhadap perekonomian khususnya di bidang investasi dan pasar modal.
Pemateri yang menjadi pemateri pada seminar ini adalah Abdul Mutaalli yang kini menjabat sebagai Atase Pendidikan KBRI Kairo, dilanjutkan dengan materi utama yang dibawakan oleh Irwan Abdalloh, seorang pakar dan profesional di bidang pasar modal syariah Indonesia sebagai perwakilan dari lembaga IDX.
“Islam tidak mengajarkan umatnya untuk menumpuk harta, Islam mengajarkan manusia untuk mengeluarkan harta lewat sedekah, infak, zakat. Oleh karena itu, belanjakanlah harta berdasarkan kebutuhan,” terang Bapak Abdul Mutaali. Berbeda dengan ungkapan “menabung pangkal kaya,” premis yang sering tersebar di kalangan rakyat Indonesia, Islam menganjurkan manusia untuk menginvestasikan harta kekayaan dengan cara bersedekah, hal ini mengakibatkan adanya jarak yang jauh antara pemahaman manusia dan promosi Al-Qur’an.
Antusiasme peserta dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Irwan Abdalloh ketika pemaparan materi terkait investasi dan pasar modal syariah, ia memulai materi dengan mempersilakan peserta untuk melemparkan pertanyaan.
Seminar ekonomi yang dihadiri oleh 250 peserta ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa Indonesia di Mesir untuk mencari informasi dan menambah pengetahuan seputar investasi dan pasar modal syariah, karena ilmu tersebut memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan perekonomian Indonesia.
Reporter: Fira Fatihati Rahmi
Editor: Yahyo Lincoln