PMIK Gelar Harlah ke-33: “A Creative Talk on Benny Arnas’s Travel Essays

PMIK Gelar Harlah ke-33: “A Creative Talk on Benny Arnas’s Travel Essays

Ksmrmesir.org – Sabtu (28/11/2025), Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo (PMIK) melalui Kabinet Lexika sukses menyelenggarakan acara Harlah PMIK ke-33 dengan tema “A Creative Talk on Benny Arnas’s Travel Essays”. Acara ini berlangsung di Wisma Nusantara, Raba’ah, Nasr City, Cairo.

 

Harlah PMIK ke-33 dibuka secara resmi oleh Bapak Abdul Muta’ali, M.A., M.I.P., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa masisir memiliki potensi luar biasa. Bahkan, sejarah mencatat bahwa peran mahasiswa Indonesia di Mesir turut mewarnai perjalanan kemerdekaan Indonesia. Di antaranya, terdapat masisir yang menjadi pengarang karya monumental Al-Imam al-Bājūrī, serta ada pula yang kemudian menjadi Menteri Agama pertama Republik Indonesia.

 

Beliau menambahkan bahwa perubahan besar hanya dapat lahir melalui tradisi membaca dan keilmuan. “Allah menurunkan wahyu pertama berupa ‘Iqra’ (bacalah). Dengan membaca dan ilmulah masisir akan bangkit,” tegasnya.

 

Acara dilanjutkan dengan bincang buku bersama Bang Benny Arnas, sastrawan dan penulis esai perjalanan. Dalam diskusi tersebut, beliau menceritakan masa kecilnya yang penuh privilege: tumbuh dengan kakek yang menguasai tujuh bahasa dan kerap membacakan cerita dalam berbagai ragam bahasa.

 

Bang Benny menjelaskan bahwa “rumus” yang ia gunakan selama berkarir adalah banyak membaca dan banyak menulis. Menurutnya, pengetahuan saja tidak cukup; seseorang harus berimajinasi dan menjelajah agar memiliki kosakata yang kaya dan pengalaman yang luas. “Ilmu itu penting, tapi imajinasi adalah jantung dari karya,” ujarnya.

 

Kepada para masisir yang baru memulai perjalanan menulis, Bang Benny menyampaikan pesan motivatif:
“Sebagaimana membaca, menulis itu bukan untuk membuatmu terlihat pintar. Membaca dan menulis itu untuk membuatmu berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Banyak yang menulis untuk menjadi terkenal, tetapi justru akan merusak dirinya sendiri. Hakikat menulis adalah perubahan—agar diri kita berubah menjadi lebih baik. Maka dari itu, bacalah dan menulislah.”

 

Acara Harlah PMIK ke-33 ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat literasi di kalangan masisir serta menguatkan tradisi membaca dan menulis sebagai fondasi pembentukan karakter dan keilmuan.

 

 

Reporter: Lidia Arista

Editor: Yahyo Lincoln

PMIK Gelar Harlah ke-33: “A Creative Talk on Benny Arnas’s Travel Essays

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *