Pertama Kali, BAIT FK-Baiquni Gelar Seminar dan Launching Buletin Edisi Ke-7

Ksmrmesir.org—Sabtu (14/02), telah diadakan Seminar Ilmiah dan Launching Buletin Edisi ke-7, yang diselenggarakan oleh BAIT FK-BAIQUNI. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat IADI dengan menghadirkan Al-Ustaz Dr. Abdullah Abu Al-Fath sebagai pemateri, dan Ustaz Muhammad Sa’id Anwar sebagai moderator.
Dalam sesi wawancara, Pimpinan Umum BAIT FK-Baiquni, Ilham Nur, menjelaskan tujuan diadakannya acara tersebut. “Ingin memberikan batu loncatan untuk media, bukan khusus secara media, akan tetapi kepada masisir bahwa ilmu itu bisa dikemas dengan menarik. Kita punya turots, yang notabenenya orang mengatakan bahwa turots itu towiilun mumil, panjang dan membosankan, akan tetapi bagaimana caranya kita bisa mengemasnya dengan mengikuti perkembangan zaman, akan tetapi esensinya tetap ada, nah maka hadirlah buletin.”
Dalam sesi bedah buletin edisi ke-7, Sajid Zaki Mubarak menjelaskan alasan pemilihan tema Nuansa Ushul. Menurutnya, kata “nuansa” dalam KBBI berarti perbedaan atau variasi yang sangat halus pada warna, kualitas, atau makna kata. Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya ketelitian dalam memahami perbedaan makna yang tipis, khususnya dalam penulisan buletin.
Buletin edisi kali ini terdiri dari delapan rubrik, termasuk sorotan utama, esai, opini, budaya, dan tokoh, yang masing-masing memiliki peran dalam menjelaskan fikroh roisah, atau cara berpikir para ulama ushul.
Sajid Zaki Mubarak, menekankan bahwa di bidang ushul fiqh, ketelitian bukan hanya soal kaidah, melainkan juga kemampuan menelaah setiap permasalahan secara cermat, sehingga nuansa perbedaan makna dapat dipahami secara mendalam.
Menguatkan tema itu, Al-Ustaz Dr. Abdullah Abu Al-Fath mengatakan, “Ketelitian memahami kaidah dan makna adalah fondasi ushul fiqh.” Pernyataan ini menjadi pengantar seminar ilmiah yang diadakan bersamaan dengan launching buletin, di mana peserta diajak menelaah prinsip-prinsip ushul fiqh secara langsung.
Dengan memahami nuansa ushul, peserta diajak untuk tidak hanya membaca kaidah, tetapi juga merasakan cara berpikir para ulama ushul. Seminar dan buletin edisi ke-7 ini menjadi jendela bagi mereka yang ingin belajar dengan teliti dan bijak.
Reporter: M. Iqbal Danial Haq
Editor: Yahyo Lincoln