Seminar Motivasi El-Fuqoha Fieddien: Ke Mesir, Apa yang Kau Cari?

Ksmrmesir.org — Kamis (27/11) telah dilaksanakan Seminar Motivasi El-Fuqoha Fieddien dengan tema “Ke Mesir, Apa yang Kau Cari?” Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat KBAI dan menghadirkan Ustaz Faqih Ubaidillah Rozan, Lc., Dipl. sebagai pembicara. Peserta yang hadir didominasi oleh mahasiswa baru, mencapai sekitar 85%.

Dalam sesi wawancara, Ketua Komunitas El-Fuqoha Fieddien, Muhammad Hanif Farhanabil, menjelaskan latar belakang diadakannya seminar ini.
“Alasan di balik kegiatan ini adalah sebagai penutup perjalanan ‘mabar’ (mudzakarah bareng) di termin ini. Tujuannya untuk memberi semangat kepada teman-teman maba agar memiliki orientasi yang sesuai dengan niat awal mereka, memiliki niat yang benar dan tujuan yang terarah,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Faqih menegaskan kembali bahwa tujuan utama pelajar datang ke Mesir adalah untuk menuntut ilmu.
“Kita ke Mesir dengan satu tujuan yang sama, yaitu ilmu. Ini berarti kita semua harus menjadi orang alim, dan orang alim tidak selalu harus menjadi ustaz,” jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa seorang alim adalah sosok yang mausufun bil ‘ilmi—ilmu telah menjadi sifat dalam dirinya. Di mana pun ia berada, ilmu selalu melekat, baik ia berprofesi sebagai guru, muthawwif, karyawan, ataupun lainnya. Ilmu yang dimaksud di sini bukan sekadar kaedah, bukan pula hanya menghafal teori-teori, tetapi malakah, suatu kepakaran yang tertanam dalam diri seseorang dan tidak mudah terlepas ketika ilmu itu sudah menjadi bagian dari jiwanya.

Lebih jauh, Ustaz Faqih menjelaskan bahwa perbedaan antara seorang alim dan bukan terletak pada tingkat keseriusan dalam menuntut ilmu. Keseriusan ini bukan berarti melarang kegiatan jalan-jalan atau keaktifan dalam organisasi, namun menuntut kesadaran bahwa prioritas utama tetaplah ilmu. Seorang pelajar, menurut beliau, harus memastikan bahwa kewajiban menuntut ilmu telah ia tunaikan.

Beliau juga menyampaikan bahwa terdapat empat alat utama dalam menuntut ilmu: guru yang membimbing, akal yang sehat, kitab yang benar, serta kesabaran dan keistiqamahan. Hal ini menegaskan pentingnya mencari guru yang tepat dan bersedia menyalurkan ilmunya.

Sebagai penutup, Ustaz Faqih kembali mengingatkan pentingnya kesadaran akan tujuan keberadaan para pelajar di Negeri Kinanah.
“Waktu kita di Mesir terbatas. Jadi jangan disia-siakan. Ketika masih berada di awal perjalanan, hargai setiap kesempatan dengan memahami prioritas kalian. Jika sudah mengetahui prioritas itu, maka tugas kita adalah bersabar,” tutupnya.

Dengan berakhirnya seminar ini, para peserta, khususnya mahasiswa baru, diharapkan membawa pulang kesadaran baru tentang orientasi belajar di Mesir. Bukan sekadar hadir sebagai penuntut ilmu, tetapi tumbuh menjadi pribadi yang serius, terarah, dan mampu menjaga niat dalam setiap langkah. Seminar ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa perjalanan menuntut ilmu adalah proses panjang yang membutuhkan guru, malakah, keistiqamahan, serta penghargaan terhadap waktu yang tidak akan kembali.

Penulis: Muhammad Iqbal Danial Haq
Editor: Muhammad Yahya Abdurrahman

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *