Dari Selebaran ke Pilar Literasi: Jejak Satu Dekade Bedug Media

Dari Selebaran ke Pilar Literasi: Jejak Satu Dekade Bedug Media

“Kita mungkin lebih lambat dari AI, tetapi ada satu hal yang belum dimiliki AI, yaitu perasaan.”


Pernyataan itu disampaikan oleh Nur Fuad Shofiyullah, Lc., M.A. dalam peringatan satu dekade Bedug Media PCINU Mesir yang digelar pada Jumat, 3 April 2026 di Kairo, dengan tema “Ide Membumi, Karya Abadi”.


Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan, manusia tetap memiliki keunggulan pada aspek rasa yang menjadi dasar lahirnya tulisan orisinal dan bermakna.


Acara yang berlangsung sejak sore hari dibuka dengan sambutan dari panitia dan PCINU Mesir. Ketua Panitia Satu Dekade Bedug Media—Maula Azharil Adzkia, menegaskan bahwa Bedug Media tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses refleksi panjang.


“Ini adalah labirin intelektual masisir yang lahir dari renungan kontemplatif Ahmad Muhakam Zain, Lc., yang akrab disapa Buya Hakam saat menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PCINU Mesir pada 7 Maret 2016,” ujarnya.


Ia menambahkan, konsistensi menjadi kunci keberlangsungan Bedug Media hingga kini, dengan terus menghadirkan tulisan yang bernas dan relevan.


Sementara itu, Pimpinan Umum Bedug Media, Anggi Agusti, menekankan bahwa organisasi ini tidak berorientasi pada popularitas, melainkan pada pembentukan kader yang berintegritas dan memiliki ketajaman nalar.


“Cita-cita Bedug Media sederhana: Melahirkan pribadi berintegritas dan berkarakter tinggi—dengan dua pondasi utama; integritas dan intelektualitas,” ungkapnya.


Ia menjelaskan, integritas berkaitan dengan tanggung jawab atas ucapan dan komitmen, sedangkan intelektualitas dibangun melalui budaya membaca, berdiskusi, dan menulis.


Dalam kesempatan yang sama, Nur Fuad juga mengulas perjalanan media mahasiswa Indonesia di Mesir. Ia menyebut NU pernah memiliki jurnal Nuansa dan buletin Tanwirul Afkar. Bedug Media sendiri bermula sebagai selebaran dakwah sebelum berkembang menjadi platform yang lebih terstruktur dan menjadi badan otonom PCINU Mesir.


Perayaan satu dekade ini ditandai dengan prosesi potong tumpeng sebagai simbol perjalanan panjang di dunia media dan jurnalistik. Rangkaian acara turut diisi dengan kompetisi karya peserta, dengan pengumuman pemenang menjadi momen yang paling dinantikan.


Memasuki malam hari, kegiatan ditutup dengan bedah buku Etalase Kemasisiran yang menghadirkan diskusi interaktif seputar perkembangan mahasiswa Indonesia di Mesir.


Melalui momentum ini, Bedug Media menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, memperkuat literasi, serta melahirkan karya jurnalistik yang orisinal di tengah tantangan zaman.

 

Reporter: M. Wildan Jaya Halim

Editor: M. Azra El Falah

Dari Selebaran ke Pilar Literasi: Jejak Satu Dekade Bedug Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *