Akar & Arah Hadirkan Ruang Refleksi atas Persoalan Kebudayaan Masisir

Akar & Arah Hadirkan Ruang Refleksi atas Persoalan Kebudayaan Masisir

ksmrmesir.org — Zonasi & Ruang Budaya Kreatif menggelar kegiatan Akar & Arah pada Rabu (30/9) di Zone Coffee, Gamaliya, Kairo. Kegiatan tersebut menghadirkan pameran seni, orasi kebudayaan, pertunjukan wayang, serta pembacaan puisi sebagai ruang untuk membahas berbagai persoalan kebudayaan yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia di Mesir (Masisir).

 

Akar & Arah tidak hanya menghadirkan karya seni sebagai objek apresiasi, tetapi juga mengajak pengunjung untuk melihat kembali persoalan sosial dan budaya yang dekat dengan kehidupan Masisir. Konsep kegiatan dibangun melalui dua gagasan utama, yakni “akar” dan “arah”.

 

“Akar” dimaknai sebagai upaya untuk menengok kembali hal-hal yang membentuk identitas serta perjalanan hidup seseorang. Sementara “arah” ruang menjadi untuk melontarkan kembali bagaimana nilai, pengalaman, dan kehidupan komunitas akan dibawa ke masa mendatang.

 

Salah satu karya yang ditampilkan dalam pameran tersebut adalah lukisan berjudul Sempurna dalam Salah karya seniman yang dikenal dengan nama Naja. Lukisan tersebut menampilkan sosok yang terlihat sempurna dari luar, namun menyimpan pergulatan batin akibat kata-kata, ekspektasi, dan tekanan sosial dari lingkungan sekitar. Karya tersebut kemudian menjadi salah satu media untuk menggambarkan bagaimana pengalaman masa lalu dapat mempengaruhi cara seseorang melihat dirinya dan menentukan langkah di masa depan.

 

Naja menjelaskan bahwa lukisan tersebut mewakili kehidupan seseorang yang pada masa kecilnya mungkin banyak melakukan kesalahan, tetapi tetap berusaha memenuhi harapan orang tua. Dalam prosesnya, sosok tersebut juga terus mendorong dirinya untuk menjadi pribadi yang sempurna.

 

Melalui karya tersebut, pengalaman dan tekanan yang menjadi bagian dari “akar” kemudian berhubungan dengan “arah” yang dipilih seseorang dalam menjalani kehidupannya. Pengalaman masa lalu tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan, tetapi juga dapat mempengaruhi cara seseorang mengambil sikap di tengah lingkungan dan berbagai penilaian sosial.

 

Selain pameran seni, kegiatan Akar & Arah juga menghadirkan pertunjukan wayang dan pembacaan puisi. Rangkaian tersebut dipadukan dengan orasi kebudayaan yang mengangkat dinamika kehidupan Masisir melalui berbagai media seni.

 

Penyelenggara berharap Akar & Arah dapat menjadi ruang untuk membuka pembahasan kebudayaan yang lebih substantif di lingkungan Masisir. Kebudayaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan selebrasi, tetapi juga berkembang sebagai ruang dialog dan refleksi bersama.


Reporter: Dhiwa Aisyah Ahmad

Editor: Alya Shovia

Akar & Arah Hadirkan Ruang Refleksi atas Persoalan Kebudayaan Masisir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *