Setelah Satu Dekade, Mesir Kembali Menjadi Tuan Rumah di Simposium PPI Dunia
ksmrmesir.org — Simposium Internasional Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia ke-18 resmi diselenggarakan kembali di Mesir setelah satu dekade pada Sabtu (19/9) di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.
Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh PPI Dunia ini mengusung tema “Kolaboratif Pelajar Dunia untuk Masa Depan Indonesia yang Tangguh dan Berkeadilan”.
Pembukaan simposium berlangsung dengan rangkaian hiburan dan sambutan dari sejumlah tokoh. Ketua Panitia, Luqman Perdana Putra, menyampaikan bahwa simposium tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus mempertemukan berbagai perspektif.
“Kita ingin simposium internasional ini menjadi ruang tempat gagasan, tidak hanya disampaikan tetapi dipertemukan. Perbedaan perspektif tidak menjadi jarak, tetapi menjadi kekuatan jejaring yang kita bangun untuk berkolaborasi nyata setelah kita kembali ke Indonesia,” tegasnya.
Sejumlah perwakilan Al-Azhar turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Prof. Dr. Nahla Shabry Al-Saidi (Penasihat Grand Syekh Al-Azhar), Dr. Hassan Khalil (Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kebudayaan Islam Akademi Riset Islam Al-Azhar), dan Prof. Dr. Mahmoud Shiddiq Hasan (Rektor Universitas Al-Azhar).
Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari tanah air, seperti Kuncoro Giri Waseso (Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Arab Mesir), Fadli Zon, S.S., M.Sc. (Menteri Kebudayaan Republik Indonesia) dan Rizal Calvary Marimbo (Direktur Manajemen Pembangkitan PLN) turut hadir.
Kehadiran sejumlah tokoh dari Indonesia dan Al-Azhar menjadi bagian dari rangkaian pembukaan simposium yang mempertemukan unsur pelajar, akademisi, dan perwakilan pemerintah.
Simposium Internasional PPI Dunia ke-18 menjadi salah satu ruang bagi pelajar Indonesia di luar negeri untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu yang berkaitan dengan masa depan Indonesia. Melalui pertemuan tersebut, PPI Dunia mendorong terbentuknya jejaring dan kolaborasi antarpelajar yang dapat berlanjut di luar forum simposium.
Reporter: Arifatul Azizty
Editor: Alya Shovia