Mengukuhkan Peran Perempuan dalam Peradaban: Wihdah Mesir Gelar Light of Azhariyat
ksmrmesir.org – Wihdah PPMI Mesir kembali menghadirkan Light of Azhariyat, agenda tahunan yang berhasil menjadi wadah inspiratif bagi Masisirwati, pada Rabu (1/7), berlokasi di Qo’ah Idarah Wafidin. Melalui acara yang diinisiasi oleh Wihdah ini, para mahasiswi diajak untuk menyadari potensi besar mereka sebagai poros peradaban, tanpa menjadikan gender sebagai batasan dalam berkarya.
Ketua Wihdah, Ulyanisa Imtisalillah, menyampaikan bahwa acara ini lahir dari keresahan akan melimpahnya sumber daya manusia perempuan hebat di lingkungan Masisir tetapi tidak memiliki wadah mumpuni yang dapat menampung potensi luar biasa mereka. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana bagi Masisirwati untuk mempersiapkan diri untuk menyongsong peran besar bagi nusa dan bangsa.
“Sebagaimana pesan Buya Hamka, jika ingin membangun peradaban, maka bangunlah perempuannya. Sebaliknya, jika ingin menghancurkannya, hancurkanlah perempuannya,” ujarnya dalam sambutan.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden PPMI Mesir, Glenn Sofyan Assyauri Lubis, Lc., menyoroti pentingnya Masisirwati untuk lebih berani menunjukkan eksistensinya.
Di dalam sambutannya, ia menceritakan sejarah berdirinya Kulliyatul Banat di Universitas Al-Azhar yang terinspirasi dari kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke-27 ke Diniyyah Putri, Sumatera Barat. Melihat dedikasi Hj. Rahmah El Yunusiyah sebagai pendiri Diniyyah Putri dalam pendidikan perempuan di Indonesia, membuat Grand Syekh terinspirasi untuk membangun tempat pendidikan khusus bagi perempuan di Al-Azhar.
“Perempuan dan laki-laki memang setara, namun keduanya memiliki peran yang berbeda. Masih sedikit Masisirwati yang tampil sebagai tokoh penggerak, padahal potensi mereka sangat luar biasa,” ungkap Glenn.
Penasihat Grand Syekh, Dukturah Nahlah Shabry Al-Saidi, menegaskan bahwa mahasiswi Al-Azhar seharusnya dapat menjadi teladan bagi perempuan Muslim dunia. Ia mengingatkan bahwa Allah telah memberikan kemuliaan dan hak-hak kepada perempuan karena kapasitas mereka yang mampu mengemban amanah besar. Perempuan dapat menjadi penentu bagi terbentuknya umat yang terbaik.
Proses pembentukan diri menjadi teladan yang baik adalah perjalanan panjang yang harus dimulai dari diri sendiri dan dimulai saat ini juga, sebelum nantinya membangun keluarga sebagai lingkup terkecil masyarakat.
Meskipun banyak perempuan yang kerap merasa kurang percaya diri, acara ini menjadi pengingat kuat bahwa setiap perempuan memiliki nilai yang harus dijaga dan dikembangkan.
Acara ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi Masisirwati untuk lebih percaya diri, memiliki karakter yang kuat, serta menjadi pemimpin yang siap membangun umat di masa depan.
Reporter: Fira Fatihati Rahmi
Editor: M. Azra El Falah