PPMI Mesir Tutup Gema Azhari 2026, Hidupkan Kembali Semangat Talaqi Masisir
ksmrmesir.org — Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir sukses menggelar acara penutupan program unggulan Gema Azhari pada Senin (11/05/2026). Bertempat di Masjid Al-Azhar, acara ini menandai berakhirnya rangkaian kajian intensif yang bertujuan membangkitkan kembali semangat talaqi di kalangan Masisir.
Program Gema Azhari diinisiasi sebagai respons atas keprihatinan Dr. Hani Audah terhadap fenomena menurunnya minat mahasiswa untuk belajar langsung dari para syekh di Al-Azhar. Forum ini hadir sebagai solusi konkret untuk menjaga tradisi keilmuan Azhari agar tetap relevan dan diminati oleh generasi mahasiswa saat ini.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh terkemuka, seperti Dr. Fadhlun Munim, Dr. Hani Audah, Dr. Ibrahim Hudhud, Dr. Ahmad Thobah, serta perwakilan KBRI.
Acara penutupan terbagi menjadi dua sesi utama yang sarat ilmu.
Sesi pertama, yaitu Nadwah Ilmiah, diisi oleh Dr. Usamah Mahdi yang membawakan materi pengantar ilmu hadis. Ruangan dipenuhi mahasiswa yang antusias menyimak pemaparan materi.
Sesi kedua, yaitu penutupan, diisi dengan penyampaian apresiasi serta nasihat dari para doktor Al-Azhar. Mereka menekankan pentingnya istiqamah dalam menuntut ilmu di Negeri Para Nabi.
Pada sesi puncak tersebut, apresiasi tinggi mengalir kepada PPMI Mesir atas inisiatif strategis ini. Program Gema Azhari dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara kurikulum formal di universitas dan kurikulum nonformal di masjid.
Kuncoro Giri Waseso selaku perwakilan KBRI, dalam pesannya, menegaskan bahwa kegiatan positif mahasiswa akan selalu mendapat dukungan penuh seraya mengingatkan kembali niat awal dalam menuntut ilmu di Bumi Kinanah.
“Tujuan awal kalian di negeri ini adalah mengambil keberkahan dari para syekh dan membawa cahaya Al-Azhar pulang ke tanah air. Maka, bawalah nama Azhari pulang dengan penuh kebanggaan dan cahaya keilmuan,” tuturnya sebagai pengingat bagi para pelajar.
Dengan berakhirnya Gema Azhari 2026, diharapkan semangat belajar di serambi Masjid Al-Azhar kembali berdenyut kencang, menjaga marwah Masisir sebagai penuntut ilmu yang berakar pada tradisi serta tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Reporter: Tengku Said Fairuz Nahda, Saifuddin Miftah, Lidia Arista
Editor: Yahyo Lincoln