Puncaki Sumatra Cup 2026, Lancang Kuning Bertekad Membawa Pulang Piala Kembali
ksmrmesir.org — Performa tim Lancang Kuning terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun. Hal ini diungkapkan oleh salah satu pemain mereka, M. Diyah Ulhaq Huda, yang berposisi sebagai bek kanan. Ia menilai peningkatan tim tidak lepas dari kontribusi pemain lama serta tambahan amunisi baru dari angkatan Bahtera yang membuat kekuatan skuad semakin merata di semua lini.
Menurutnya, seluruh pemain memiliki peran penting dalam perkembangan tim. Meski demikian, ada beberapa nama yang tampil menonjol di lapangan. Rizki Ramelza, yang berperan sebagai gelandang sekaligus kapten tim, menjadi sosok kunci dalam mengatur tempo permainan. Di lini pertahanan, Alvin Permana tampil sebagai benteng kokoh yang kerap memutus serangan lawan. Sementara itu, Harif Budiman juga memiliki peran vital sebagai gelandang bertahan yang menghubungkan lini tengah dan belakang.
Dari sisi taktik, Lancang Kuning mengandalkan strategi possession ball dengan formasi 3-4-3. Pendekatan ini diterapkan untuk mendominasi jalannya pertandingan dan menjaga kontrol permainan secara maksimal.
Sumatra Cup sendiri merupakan turnamen tahunan yang mempertemukan tim-tim dari berbagai kekeluargaan di Sumatra. Selain itu, terdapat pula Sumatra League untuk cabang futsal yang juga rutin digelar setiap tahun. Pada edisi 2026 ini, KMA (Aceh) dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan turnamen.
Di ajang Sumatra Cup 2026, Lancang Kuning saat ini masih bertengger di posisi puncak klasemen dengan catatan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Mereka hanya menyisakan satu pertandingan lagi yang akan menentukan langkah menuju partai final. Kompetisi tahun ini dinilai semakin ketat karena meratanya kekuatan tim akibat regenerasi pemain di berbagai kubu.
Ketika ditanya soal lawan terberat, tim sepakat bahwa Toba FC dari keluarga besar HMSU menjadi tim yang paling merepotkan. Bahkan, jika berhasil melaju ke final, Lancang Kuning berharap dapat kembali berhadapan dengan Toba FC dalam laga yang diprediksi menjadi “Derby Sumatra” yang panas dan penuh gengsi.
Menutup pernyataannya, Diyah Ulhaq Huda menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Lancang Kuning, baik yang hadir langsung di lapangan maupun yang memberikan dukungan dari jauh. Ia menegaskan bahwa dukungan suporter menjadi energi penting bagi tim untuk terus melangkah.
“Terima kasih atas semua doa dan dukungan. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa. Mohon terus doakan agar kami bisa melaju ke final dan kembali membawa pulang Piala Sumatra,” ujarnya.
Reporter: Yahyo Lincoln
Editor: Raihana Salsabila