Mengajar Adalah Belajar: Jawaban Syekh Mahmud atas Dilema Mahasiswa Al-Azhar
ksmrmesir.org — Dilema antara fokus belajar atau mulai mengajar di kalangan mahasiswa Al-Azhar menjadi sorotan dalam Dauroh I’dad Muallimin 2026 yang diselenggarakan oleh PPMI Mesir di Markaz Tathwir wa Ta’lim At-Thullab, Kairo, Senin (6/4/2026).
Dalam sesi tanya jawab, salah satu peserta menanyakan apakah mahasiswa sebaiknya memprioritaskan pendalaman studi di Al-Azhar atau mulai mengambil peran sebagai pengajar dengan menyampaikan ilmu yang telah dimiliki.
Menanggapi hal tersebut, Syekh Prof. Dr. Mahmud Abdurrahman Abdul Mun’im menegaskan bahwa mengajar tidak dapat dipisahkan dari proses belajar. “Ketika kita mengajar, di saat yang sama kita juga belajar,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas mengajar bukan sekadar menyampaikan ilmu, melainkan juga sarana memperdalam pemahaman. Seorang pengajar, menurutnya, kerap memperoleh wawasan baru melalui interaksi dengan murid serta pengulangan materi yang diajarkan.
Lebih lanjut, ia membagikan pengalamannya saat berperan sebagai pengajar sekaligus penyimak setoran hadis Shahihain. Di waktu yang sama, ia tetap menjadi murid di majelis lain dengan menyetorkan hafalan dari kitab Sunan. Pengalaman tersebut, kata dia, membantu menjaga hafalan sekaligus memperkuat penguasaan materi.
Ia juga menekankan bahwa salah satu cara efektif untuk melakukan murajaah adalah dengan mengajarkan ilmu kepada orang lain. Prinsip ini, sejalan dengan konsep bahwa memberi akan mendatangkan manfaat, sementara menahan ilmu justru dapat menghambatnya.
Dalam pesannya kepada para penuntut ilmu, ia mengingatkan pentingnya komitmen saat menerima amanah mengajar. Pengajar diharapkan konsisten hingga murid benar-benar merasakan manfaat dari ilmu yang disampaikan.
Dauroh I’dad Muallimin 2026 diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengajaran di kalangan mahasiswa Indonesia di Kairo. Program ini menyasar mahasiswa tingkat lanjut, baik jenjang magister maupun strata sarjana tingkat akhir, dengan menekankan kesiapan akademik serta tanggung jawab dalam dunia pendidikan.
Reporter: M. Iltizam Bilhaq
Editor: M. Azra Elfalah