Luka Yang Tak Terasa

Luka yang Tak Terasa

 

Oleh: Fira Zaharatudevi 

 

Setiap orang dianugerahi sebuah akal untuk berpikir
Setiap orang diberi hati untuk berempati.

 

Namun, bisakah keduanya kau gunakan
saat akal dan hati tak lagi mau berkompromi?

 

Saat tidak ada lagi yang peduli
Saat rumah tidak lagi menjadi tempatmu untuk bersandar
Saat semua hal pergi darimu tanpa alasan.

 

Saat semua kesibukanmu
hanya terasa seperti angin lewat di siang hari.

 

Saat tidur malammu
ibarat ombak yang hanya bersilih dua menit.

 

Dan hati mati rasa,
seakan ia pergi tanpa pamit.

 

Sebuah kalimat terlintas di benakku.

 

“Apakah aku harus pergi atau menghadapi luka ini?”

 

Luka yang bahkan tidak bisa kurasakan
Entah karena mati rasa
atau karena sudah terbiasa.

 

Awalnya kupikir
ini akan menjadi sumber bahagia.

 

Namun nyatanya
hanya luka yang harus kubalut dengan kata:

“Sudahlah, tidak apa-apa.”

 

Luka Yang Tak Terasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *