Timeline Konflik Timur Tengah 2026: Serangan, Balasan, dan Ancaman Perang Regional

Timeline Konflik Timur Tengah 2026: Serangan, Balasan, dan Ancaman Perang Regional

 
Oleh: Tengku Said Fairuz Nahda

 

    1. AMERIKA DAN ISRAEL SERANG IRAN

 

Kebuntuan perundingan perjanjian nuklir pada 26 Februari 2026 antara Iran dan Amerika Serikat (AS) membuat situasi memanas. Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa paling lambat awal Maret, Iran harus menyetujui perjanjian tersebut. Hal ini dipertegas dengan kedatangan dua kapal induk di dekat wilayah Iran: USS Abraham Lincoln yang memasuki Selat Hormuz pada 26 Januari 2026, dan USS Gerald R. Ford yang memasuki Laut Mediterania pada 27 Februari 2026.

 

Laporan menyebutkan bahwa pada 28 Februari 2026, AS dan Israel mengerahkan gelombang pertama serangan yang melibatkan gempuran rudal Tomahawk dari kapal-kapal perang AS serta 200 jet tempur gabungan. Serangan ini menyasar target strategis di Iran. AS menamai operasi ini “Epic Fury,” sementara Israel menamainya “Lion’s Roar.”

 

Serangan tersebut menargetkan 500 titik strategis, termasuk pangkalan militer, fasilitas pertahanan udara, gudang rudal, serta infrastruktur nuklir di Teheran, Karaj, dan Qom. Infrastruktur kepemimpinan Iran juga menjadi sasaran utama. Militer Israel (IDF) menyatakan bahwa ini adalah serangan terbesar dalam sejarah Angkatan Udara Israel (IAF).

 

Sumber: kompas.tv, kompas.id, fddaction.org, centcom.mil, twz.com, internasional.kompas.com, aljazeera.com

 

 

    1. SKALA KERUSAKAN DI IRAN PASCA-SERANGAN 28 FEBRUARI

 

Kepulan asap membumbung tinggi di Teheran dan beberapa wilayah lainnya. Sumber berita internasional mengabarkan bahwa Iran menderita kerusakan parah. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan kerusakan serius pada infrastruktur nuklir di Natanz dan Isfahan yang menimbulkan kekhawatiran global.


Laporan lain menyebutkan kehancuran markas Angkatan Laut Iran—tenggelamnya 9 kapal perang, serta hancurnya gudang amunisi penyimpanan rudal. Bangunan kementerian, pusat komando militer, hingga kompleks pemukiman juga mengalami kerusakan berat. Organisasi Bulan Sabit Merah Iran melaporkan 555 orang tewas, sementara sumber lain menyebutkan angka korban mencapai ribuan jiwa.


Pada 1 Maret 2026, media televisi pemerintah Iran mengonfirmasi berita duka atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di kediamannya. Serangan tersebut juga menewaskan 40 pejabat tinggi militer, termasuk Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan Brigjen Aziz Nasirzadeh, dan Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Mohammad Pakpour. Pemerintah Iran mengumumkan masa berkabung selama 40 hari, sementara IRGC bersumpah akan membalas dendam.

 

Sumber: m.antaranews.com, timesofisrael.com, trtworld.com, international.sindonews.com, dawn.com

 

 

    1. REGENERASI KEPEMIMPINAN IRAN

 

Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran, pimpinan sementara dijalankan oleh Dewan Kepemimpinan terhitung sejak 1 Maret 2026, yang terdiri dari:

 

1. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

2. Kepala Kehakiman, Gholam-Hossein Mohseni-Ejei.

3. Ayatollah Alireza Arafi (ulama senior sebagai perwakilan Dewan Kebijaksanaan).

 

Majelis Pakar yang beranggotakan 88 ulama senior segera mengadakan rapat darurat untuk mencari pemimpin baru. Beberapa kandidat kuat yang muncul adalah:

 

1. Mojtaba Khamenei (putra mendiang Ali Khamenei).

2. Ali Larijani.

3. Hassan Khomeini.

 

Sumber: kompas.tv,

 

    1. SERANGAN BALASAN IRAN

 

Hanya berselang beberapa jam setelah serangan AS-Israel, militer Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran menggunakan 1.700 rudal balistik (termasuk rudal Fattah) dan sekitar 1.050 drone (UAV). Target utamanya adalah pangkalan militer AS di kawasan Teluk, seperti:

 

1. Armada ke-5 AS di Bahrain.

2. Pangkalan Al-Udeid di Qatar.

3. Bandara Internasional Kuwait.

4. Pangkalan Udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab (UEA).

 

Sirene meraung keras di berbagai wilayah. Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi dan Bandara Internasional Dubai dikabarkan mengalami kerusakan. Iran mengklaim telah menyerang setidaknya 27 pangkalan militer AS. Di sisi lain, UEA mengklaim mencegat 506 drone, Bahrain 95 drone, dan Arab Saudi juga melaporkan intersepsi serangan di wilayah udara mereka.


Israel sendiri menerima setidaknya 89 gelombang serangan sejak Sabtu, 28 Februari hingga 1 Maret 2026, yang menyasar Tel Aviv, kota Shemesh, dan Pangkalan Udara Nevatim.

 

Sumber: commonslibrary.parliament.uk, news.detik.com,

 

 

    1. DAMPAK SERANGAN BALASAN IRAN

 

Video satelit memperlihatkan kerusakan parah pada infrastruktur Armada ke-5 di Bahrain. Pangkalan Al-Udeid di Qatar mengalami kerusakan pada Modernized Enterprise Terminal (MET) atau kubah radar. Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait juga mengalami kerusakan material. Saksi mata melaporkan ledakan besar di pangkalan Ain al-Asad dan Al-Harir di Irak.


Di Israel, Pangkalan Udara Nevatim mengalami kerusakan, sementara infrastruktur energi di Haifa terbakar hebat setelah rudal menghantam kilang minyak dan pabrik petrokimia terbesar. Gedung pusat militer di Tel Aviv juga terdampak, memicu evakuasi massal.


Iran mengklaim menewaskan 560 prajurit AS, namun AS membantah dan menyebut hanya 3 prajurit yang tewas. Israel mengonfirmasi 12 orang tewas. Korban sipil di luar Iran tercatat sekitar 35 orang dan diperkirakan akan bertambah.

 

Sumber: metrotvnews.com, palestinechronicle.com, cbsnews.com

 

 

    1. SERANGAN LANJUTAN AMERIKA DAN ISRAEL (1-2 MARET)

 

Menanggapi balasan Iran, AS dan Israel meluncurkan gelombang kedua yang lebih masif. Puluhan pesawat tempur termasuk F-22, F-35, dan pembom siluman B-2 Spirit menggempur Iran. Kapal perusak USS Delbert D. Black juga meluncurkan rudal Tomahawk.

 

Sasaran gelombang kedua meliputi:

 

1. Pangkalan udara di Isfahan dan Tabriz.

2. Kompleks Kepresidenan, Kementerian Luar Negeri, dan Markas Intelijen.

3. Pusat komando IRGC serta situs peluncuran rudal dan drone.

4. Stasiun televisi pemerintah dan pusat telekomunikasi (menyebabkan akses internet Iran anjlok hingga 4%).

 

Tragisnya, sebuah sekolah perempuan di Minab dilaporkan terkena serangan yang menewaskan 150 orang. Iran mengonfirmasi bahwa total sekitar 3.500 orang tewas dalam serangan gelombang kedua ini dengan kerugian infrastruktur yang sangat masif.

 

Sumber: internasional.kompas.com, aljazeera.com, wikipedia.org

 

 

    1. SERANGAN BALASAN IRAN (2 MARET 2026)

 

Iran yg sebelumnya juga mengalami serangan cyber kembali melancarkan serangan balasan berupa ratusan Rudal balistik dan drone yang menargetkan 14 basis pangkalan AS di Bahrain, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, dan Irak serta beberapa kota di Israel seperti Tel Aviv, Haifa, dan wilayah Utara negara tersebut.

 

Iran juga mengklaim telah menghantamkan 4 rudal balistik ke kapal induk USS Abraham Lincoln, namun AS membantah dan mengkonfirmasi bahwa hanya mengalami kerusakan kecil dan tidak tenggelam.

 

Iran juga telah menutup selat Hourmuz melalui peringatan radio.

 

Hizbullah di Lebanon juga di kabarkan menyatakan perang ke Israel dan telah meluncurkan ribuan roket ke wilayah Israel sebagai bentuk solidaritas ke Iran semenatara milisi yang di dukung Iran di Suriah juga kembali menyerang pangkalan AS Al-Tanf menggunakan drone.

 

Sumber: commonslibrary.parliament.uk, nationthailand.com, news.detik.com

 

 

    1. SALING BALAS SERANGAN ANTARA IRAN DAN AMERIKA & ISRAEL (2 MARET 2026)

 

Amerika dan Israel kembali melancarkan serangan balasan menyasar insfratruktur nuklir Iran di Natanz dan fordow, sebagian respon Iran kembali melancarkan serangan rudal balistik dan roket menargetkan pelabuhan Haifa dan Eilath di Israel serta kilang-kilang minyak negara sekutu Amerika seperti Uni Emirat Arab dan Arab Saudi di laporkan terbakar hebat, namun berita masih simpang siur.


Perang cyber juga dilaporkan terjadi antara kedua belah pihak membuat perbangkan Iran lumpuh dan situs pemerintah Israel yang menyediakan layanan internet dan situs layanan DDos di AS mengalami gangguan besar besaran.


Amerika dan Israel kembali melancarkan serangan yang menyasar jantung Teheran dan laporan menyebut ledakan besar telah terjadi di jantung Teheran.


Laporan juga menyebut insiden salah tembak yang membuat 3 pesawat tempur F-15 AS di tembak jatuh pertahanan udara Kuwait.
Pihak Iran kembali menembakkan rudal yang menyasar kantor Benyamin Netanyahu di Tel Aviv dan sampai kini pihak Israel belum memberi konfirmasi dan serangan juga ditujukan pada keduataan besar AS di Kuwait serta hujan drone di 27 pangkalan AS.


Hingga kini aksi saling balas trus terjadi, eskalasi perang kian membesar membuat para pakar khawatir akan terjadinya perang regional di Timur Tengah.

 

Sumber: news.detik.com, asatunews.co.id, internasional.kompas.com, news.detik.com, suarasurabaya.net, heygotrade.com, video.kompas.com, tekno.compas.com, sinpo.id

 

 

    1. REAKSI PBB DAN IAEA

 

Sekjen PBB Antonio Gufterres mengecam keras serangan militer besar-besaran yang terjadi di Timur Tengah dan menyerukan untuk berdamai dan segera melakukan gencatan senjata.
Direktur Jenderal IAEI Rafael Korasi juga menyatakan keperihatinan atas meningkatnya resiko terhadap fasilitas nuklir di sana serta mengutuk serangan ke sana dan menyarankan jalur diplomasi sebagai satu-satunya.

 

Sumber: kompas.tv, internasional.kontan.co.id

 

 

    1. DAMPAK EKONOMI AKIBAT KONFILIK

 

Harga minyak mentah jenis Brand dan WTI melambung hingga 120 sampai 150 dolar per barel hal ini diakibatkan oleh penutupan selat Hormuoz oleh Iran,
para investor juga khawatir akan terjadinya krisis energi global seperti pada tahun 1973.


Wilayah udara di Timur Tengah juga sudah ditutup dari penerbangan dan penerbangan banyak yang dialihkan keluar dari Timur Tengah akibat konflik yang terjadi.


Bursa saham di Tel Aviv Dubai dan Tadawil mengalami penurunan yang signifikan dikarenakan investor menarik dana akibat ketidakpastian konflik yang terjadi.


Di Iran sendiri mata uang Rial mengalami depresi ekstrim dan terjun bebas di angka 15% dalam hitungan hari saja.

 

Sumber: theguardian.com, aljazeera.com, en.wikipedia.org

Timeline Konflik Timur Tengah 2026: Serangan, Balasan, dan Ancaman Perang Regional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *