Rumah dari Bayang dan Doa

Rumah dari Bayang dan Doa

Oleh: Rahmadani Eka Putri

Lahir dari bayang-bayang

di kota sunyi yang tetap riuh memenuhi.
Sebuah karya ia lahirkan,
bukan untuk mendongak pada langit,
melainkan sekadar tempat berlindung
yang sanggup menyimpan seluruh doa.


Di sini waktu tak mengalir,
bak kicauan kacau perusak identitas.
Ia memaksa diri berdiri memperbaiki
atas timpaan amanah dan harapan
yang tak sekadar buaian belaka.


Deru angin bertiup di ruang terbuka,
membawa jejak masa lalu di setiap lengkungannya—
agar hati yang tersesat
menemukan malamnya untuk beristirahat.


Bijaksananya merancang,
seakan berkata, “Aku berdiri di sini,”
pada helaan napas para pejuang
dan doa yang tak pernah selesai.


Pahatan indah nan sederhana
jadi bukti kuat dari ia
yang tak memenuhi nafsu kemewahan.
Pada menara spiral—simbol pembeda—
kita belajar bahwa seorang
yang lahir dari ketidakpastian
dapat membangun sesuatu yang abadi.

Rumah dari Bayang dan Doa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *