Seminar Mumtaz Anti Rosib: Membangun Pola Belajar yang Tepat untuk Mahasiswa Al-Azhar

Ksmrmesir.org – Jum’at (28/11) telah dilaksanakan Seminar Mumtaz Anti Rosib yang bertempat di Aula Rumah Baru KSMR. Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri: Ustaz Rizqi Farhani, Lc., Dipl.; Ustaz Rifqi Fardhana Nur Syafnie, Lc.; dan Ustazah Nadhira Osman. Seminar ini dihadiri oleh mayoritas mahasiswa baru.
Kegiatan ini berfokus pada metode belajar yang efektif bagi mahasiswa Al-Azhar: menumbuhkan motivasi, meningkatkan kesiapan menghadapi ujian, serta mencegah terjadinya rosib agar mahasiswa dapat menghadapi ujian dengan lebih tenang dan terarah.
Dalam penyampaiannya, Ustaz Rifqi Fardhana menjelaskan berbagai tips dan strategi belajar guna meraih hasil mumtaz serta menghindari rosib. Beberapa poin penting yang beliau sampaikan adalah sebagai berikut:
1. Niat Karena Allah SWT
Niat disebutkan sebagai poin pertama karena sebagaimana disebutkan dalam hadis:
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya.”
Niat yang benar menjadi dasar dalam menuntut ilmu, di antaranya untuk menghilangkan kebodohan dan mendekatkan diri kepada Allah.
2. Mempersiapkan Diri dari Jauh Hari
Belajar bukan sistem kebut semalam. Mahasiswa hendaknya memulai persiapan jauh hari dengan menyusun jadwal harian maupun mingguan agar arah dan tujuan belajar menjadi jelas.
3. Hadir dalam Muhadarah
Kehadiran dalam muhadarah memberi kesempatan untuk mengetahui hal-hal yang belum dipahami. Kesulitan yang muncul selama belajar dapat diidentifikasi dan diselesaikan di kelas. Selain itu, muhadarah melatih kemampuan istima‘ atau pembiasaan mendengarkan bahasa Arab.
4. Muraja’ah atau Mengulang Pelajaran
Belajar tidak cukup hanya dengan hadir muhadarah. Diperlukan murāja‘ah atau mengulang kembali materi di rumah. Metodenya dapat berupa: mendengarkan rekaman, mencatat ulang, atau muzākarah bersama teman.
Sebagaimana yang di sampaikan oleh Ustaz Faqih Fardhana “Ilmu itu diperoleh hanya sekali, sedangkan murāja‘ah dilakukan berulang-ulang hingga beribu kali.” Ungkapan ini menegaskan bahwa kokohnya pemahaman lahir dari konsistensi dalam mengulang.
5. Al-Hifz atau Menghafal
Menghafal adalah bagian penting dalam proses belajar. Beberapa materi tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus melekat melalui hafalan yang kuat.
Pada akhirnya, Seminar Anti Rosib ini menegaskan bahwa keberhasilan belajar lahir dari niat yang lurus, kedisiplinan hadir dalam Muhadarah, serta konsistensi dalam murajaah. Harapannya, melalui pemahaman ini setiap mahasiswa dapat menjalani proses belajar di Al-Azhar dengan lebih terarah, tenang, dan penuh komitmen, sehingga perjalanan panjang ini berbuah keberkahan dan hasil yang membanggakan.
Reporter: Salsabilla Khaira Hanifa
Editor: Muhammad Yahya Abdurrahman