390 Maba Ramaikan PSS 2026, KSMR Konsisten Pisahkan Banin dan Banat

Ksmrmesir.org—Rabu (12/2) Pekan Saka Serumpun (PSS) 2026 menghadirkan suasana yang sama dari tahun-tahun sebelumnya. Dengan jumlah mahasiswa baru yang meningkat signifikan, KSMR Mesir kembali menegaskan komitmennya menjaga adab melalui pemisahan kelompok banin dan banat pada hari kedua kegiatan di Hadiqoh Dauliyah.
Tahun ini, jumlah mahasiswa baru yang menghadiri PSS mencapai 390 orang. Dengan jumlah tersebut, panitia berhasil memisahkan kelompok banin dan banat secara terstruktur.
Andra Yudha Prasatya, selaku ketua PSS, mengatakan bahwa hal itu bukanlah hal yang baru, “Pemisahan banin dan banat bukan hal baru di KSMR. Sejak dulu kegiatan PSS memang dilaksanakan terpisah. Tahun ini kami hanya mengembangkan konsep yang sudah ada dan membuktikan bahwa tanpa penggabunganpun, kegiatan tetap seru dan menarik.”
Untuk memperkuat pernyataan tersebut, Zidny Alfian Barik selaku koordinator acara, menambahkan, “soal penggabungan kelompok banin dan banat, kita memahami bahwa setiap kekeluargaan punya kebijakan masing-masing. Namun di KSMR sejak dahulu selalu berusaha menjunjung tinggi adab serta batasan interaksi. Hal ini bukan sekadar aturan baru, melainkan tradisi yang terus diwariskan melalui nasihat para senior kita agar suasana kebersamaan tetap terjaga dalam koridor yang baik,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan mengenai tema Pekan Saka Serumpun tahun ini, “Nilai Azhari untuk Generasi Berdikari, artinya, kemandirian bukan hanya dalam organisasi dan pemikiran, tetapi juga dalam menjaga prinsip serta etika pergaulan. Jangan sampai kita terlena oleh hal-hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi, hanya karena mengikuti kebiasaan di tempat lain. Dengan menjaga batas yang tepat, insyaAllah kekeluargaan tetap hangat tanpa harus mengorbankan nilai yang kita pegang bersama.”
Dengan semangat tersebut, PSS 2026 diharapkan mampu menjadi wadah pembentukan karakter mahasiswa baru yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga kokoh dalam menjaga nilai dan adab kekeluargaan.
Reporter: Yahyo Lincoln
Editor: Raihana Salsabila