TOF Menghidupkan Fikih di Tengah Kompleksitas Kontemporer

ksmrmesir.org (Kairo 6/7) — Divisi Pendidikan SEMA-FSI kembali menggelar Training of Fuqoha (TOF) yang kelima, bertempat di Sekretariat KBAI Mesir. Kegiatan ini mengusung tema “نُحْيِي الفِقْهَ نَبْنِي الأُمَّة” yang berarti “Kita Hidupkan Fikih, Kita Bangun Umat.”

Ketua panitia pelaksana, Saiful Ulum, menyampaikan bahwa tema ini diangkat untuk kembali menumbuhkan semangat mahasiswa dalam menghidupi nilai-nilai fikih dalam kehidupan sehari-hari. “Fikih adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas kita. Dengan menghidupkannya, insyaa Allah kita bisa berkontribusi dalam membangun umat yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Muslim Cendekia Center (MCC) dan Divisi Pendidikan SEMA-FSI, sebagai respons atas tantangan zaman dan kondisi mahasiswa yang dinilai masih kurang optimal dalam memahami diktat perkuliahan, serta rendahnya kesadaran akan pentingnya pendalaman ilmu fikih di tengah kompleksitas hukum Islam kontemporer.

Training of Fuqoha disusun dalam dua sesi utama, yakni seminar dan diskusi kelompok. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta sambutan dari ketua panitia dan Ketua SEMA-FSI.

Dua materi inti disampaikan dalam kegiatan ini. Materi pertama, “Sejarah Perumusan Hukum Islam”, disampaikan Ustaz Andrian Rizki, Lc. Sementara materi kedua, “Pengantar Metodologi Hukum Islam”, dibawakan oleh Ustaz Atho’illah Alazhary, Lc. Setiap sesi materi diikuti dengan diskusi kelompok yang didampingi oleh pemantik masing-masing.

Saiful Ulum juga menegaskan pesan penting kepada seluruh peserta, bahwa Training of Fuqoha bukan sekadar forum akademik, melainkan wadah strategis untuk mengingatkan mahasiswa Syari’ah Islamiyah tentang urgensi memahami muqarrar perkuliahan, mulai dari tingkat pertama hingga tingkat akhir.

“Acara ini diadakan untuk melatih mahasiswa berpikir kritis dalam menyikapi problematika hukum kontemporer, tanpa keluar dari koridor metodologi Azhari yang menjadi pedoman bagi Masisir,” tegasnya.

Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 6 hingga 8 Juli 2025. Selain bertujuan untuk mengulas kembali diktat perkuliahan Fakultas Syari’ah Islamiyah, acara ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas intelektual mahasiswa sebagai calon ulama muda melalui diskusi-diskusi aplikatif dan pemikiran analitis berbasis fikih.

Reporter: Zikra Emanda dan Syarifudin
Editor: Raihana Salsabila

TOF Menghidupkan Fikih di Tengah Kompleksitas Kontemporer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *