puisi

Rindu Ibu

Karya: Rahmat Rezky Alannur Ibu…Disetiap hembusan anginKusambut bisikanmuIbu…Disetiap tetes air mataKucari hangat senyummu Disetiap langkahKusentuh doa yang kau titipkanDisetiap detikKuhayati cinta yang kau semaikan Diantara jarak yang memisahkanAku hanya bisa menangis, berdo’a dalam diamIbu…Apakah kau tahu betapa aku merindukanmuBetapa sesaknya rindu ini di dada IbuAku merindukanmu…Do’aku selalu untukmu…Kaulah rumah dari segala rinduku…Aku sayang ibu…

Pada Sesak yang Berbisik Ibu

Karya: Rahmadani Eka Putri Guratan ukiran yang semakin pudarSepi, riuh, dingin, diamBergelut dalam tatapan kosongmengenang pilu penyesalanApa waktu tetap tak mengizinkan aku melewati batasnya? Tertatih, tak beralas kakimenyusuri kekuningan cahaya lembutSilau, sosok usang melambai“Hah… kau? Kau, ibuku…” Terkulai lemas menopang rinduruntuh, tak menyangka Desau angin melenggok nyaman dihela napasseakan menampar, menyadarkanTak bergeming, kelu, bibir terisak …

Pada Sesak yang Berbisik Ibu Selengkapnya »

Dimanakah Itu?

Pilu di hari ituMenjamah dan membabibutaBersorak-sorai penuh bahagiaDimana keadilan yang kalian maksud?Lapangan yang banjir darah inikah?Dimana yang katanya bersatu padu?Sedang hak kami saja kalian tindas!Oknum lemah menjadi imbasMulut kami kalian bungkamPemuda bangsa kalian hilangkan Dimana yang katanya hak merdeka?Sedang kau sekat mulut kami berbicaraKau biarkan hasrat merajalelaMenimbun keji dalam dukungan para pembela Kami bagai terombang-ambing …

Dimanakah Itu? Selengkapnya »

Aku Hanya Punya Cinta dan Puisi

Oleh: Hanif Aulia Ramadhan Aku punya sedikit waktu untuk menulis kata demi kata,Yang aku tulis dalam carut-marut dunia,Dunia tengah berangkat gila,Suara, risalah protes seperti halnya sastra, tak cukup mengubah dunia. Ketamakan akan duniawi membuat si kaya tetap kaya,Tetap membuat si miskin terseok-seok dalam kehidupan,Dunia yang penuh muslihat ini menolak kejujuran yang datang dari ketulusan. Dunia …

Aku Hanya Punya Cinta dan Puisi Selengkapnya »

Sampaikah “Kemana” Itu?

Oleh: Najla Maharani Aku pernah membayangkan kemana sebenarnya dunia berpihak?Apakah kepada mereka yang setiap hari menenteng barang belanja,atau kepada mereka yang mendorong gerobak es buah semangka? Lagi, beribu-ribu tapimemang yang tidak bisa dihakimi juga adalah dunia.Menolak rengekan penghuni tak berjeda.Ia pikir kita berada pada poros langkah yang selalu sama?Masih saja ingin berdiskusi tentang tuntutan,memang sudah …

Sampaikah “Kemana” Itu? Selengkapnya »

Album Kusam Tempat Rindu Menyelam

Oleh: Raihana Salsabila Desisnya terdengar layuSaat perlahan kubalik halaman pertama album ituIngatan masa lalu kini menari-nari menjadi satuKalian sebut ia “Ayah”Akan kusebut ia “Pahlawan Berkaki Baja”Senyumnya yang sumringah,dan penuh dengan sandiwara Aku ingat,Suasana yang amat kerap kala ituSambil memetik gitar,dan duduk menyilang ala-ala iaSungguh,Seakan-akan semuanya terekam jelasNyanyian itu keluar dari ruang tamu dengan pintunya yang …

Album Kusam Tempat Rindu Menyelam Selengkapnya »

Yang Terbaik Dari Hidup Adalah Mati

Oleh: Hanif Aulia Ramadhan Hidup adalah segala tujuanSegala pendakianSegala turunanSegala penantianSegala kesederhanaanSegala kerumitanSegala teka-tekiSegala sepi. Dan yang terbaik dari hidup adalah matiSedang kau yang terbaik dari mimpiTerbangun oleh yang sementaraYang fanaYang gembiraYang sengsara Harta mu tak mampu membeli kehidupan,Namun kematian mampu membeli hidup mu,Dalam panjang aku terdiam,Dalam lamunan aku tenggelam. Aku hidup, mengendarai usia.Aku mati, …

Yang Terbaik Dari Hidup Adalah Mati Selengkapnya »